Translate

Tampilkan postingan dengan label Makalah Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Geografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Januari 2018

Makalah Antroposfer



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia merupakan salah satu komponen lingkungan hidup yang terdapat di antroposfer. Manusia dengan segala aktivitasnya dapat memengaruhi fenomena antroposfer yang terjadi di permukaan bumi. Fenomena antroposfer seperti kelahiran, kematian, dan migrasi menyebabkan antroposfer sangat dinamis. Dinamika tersebut tidak jarang menimbulkan permasalahan kependudukan.

Antroposfer mempelajari tentang kondisi demografis suatu wilayah yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain. Pengertian yang diperkenalkan oleh Eratosthenes, geografi merupakan ilmu yang mendeskripsikan manusia dengan lingkungan alam di wilayah-wilayah tertentu berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Pengkajian geografi berkaitan dengan aspek alam tentang tempat terjadinya gejala dan aspek manusia penghuni alam tersebut

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan fenomena antroposfer?

2. Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi antroposfer?



C. Tujuan Penulisan

1. untuk mengetahui pengerttian fenomena antroposfer

2. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi antroposfer






BAB II

PEMBAHASAN



A. PENGERTIAN FENOMENA ANTROPOSFER

Antroposfer berasal dari kata antro yang berarti manusia dan spehere berarti lapisan. Jadi, antroposfer adalah kajian kependudukan dalam konteks keruangan. Sumber daya manusia adalah segala potensi dan kemampuan yang ada dalam diri manusia yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dan kelangsungan hidup manusia.

Antroposfer adalah lapisan manusia yang merupakan tema sentral di antara sfera-ftera. Karena kajian geografi merupakan tema sentral, maka kajian geografis sering disebut antroposentris. Pengertian yang diperkenalkan oleh Eratosthenes, geografi merupakan ilmu yang mendeskripsikan manusia denganlingkungan alam di wilayah-wilayah tertentu berdasarkan data dan informasi yangdiperoleh.

Fenomena antroposfer berkaitan dengan potensi atau kemampuan penduduk serta permasahan-permasahalan penduduk. Permasalahan kependudukan antara lain jumlah penduduk, kepadatan penduduk, persebaran penduduk, migrasi dan kualitas penduduk. Fenomena antroposfer dapat dipelajari melalui kajian ilmu. Beberapa ilmu yang dapat digunakan untuk mempelajari fenomena antroposfer sebagai berikut

1. Demografi

secara etimology (kebahasaan) berasal bahasa Latien, kata ‘demograhie’ terdiri dari dua kata yaitu demos dan graphien, demos artinya penduduk dan graphien berarti catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu

Secara epistemology (berdasarkan ilmu pengetahuan), pengertian demografi tidak sesederhana seperti dalam perspektif etimology, kata demografi diberi makna lebih spesifik tentang penduduk.



2. Kependudukan

Kependudukan sebagai studi (Population studies) memberikan informasi yang lebih komperhensif mengenai sebab-akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi.

Kependudukan sebagai sebuah multidisiplin ilmu (studies) yang memfokuskan pada berbagai persoalan kehidupan manusia menunjukkan space kependudukan yang sangat luas. Keluasan studi kependudukan memungkinkan untuk memberikan penjelasan fenomena sosial, budaya, ekonomi, ketahanan, lingkungan fisik yang dihadapi oleh penduduk baik dalam wilayah pedesaan pertanian, pesisir maupun perkotaan.



B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANTROPOSFER

A. Faktor Alam

a. Struktur Geologis

Struktur geologis pada permukaan bumi memengaruhi geomorfologi suatu wilayah. Geomorfologi sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan penduduk yang ada di wilayah tersebut, khususnya kegiatan di bidang ekonomi.

b. Topografi atau Relief

Daerah dengan topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu bergelombang, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebih sulit berkembang dibandingkan dengan daerah yang memiliki topografi relatif datar seperti di daerah dataran rendah. Berbagai usaha pertanian di daerah yang mempunyai topografi kasar akan sulit berkembang, misalnya Swiss, Austria, Tibet, Nepal, serta kawasan di sepanjang Pegunungan Andes (Amerika Selatan). Sebaliknya dataran rendah seperti Cina, tanah rendah di Inggris, dan kawasan prairie di Amerika Serikat mempunyai topografi yang baik untuk pertanian. Konfigurasi garis pantai juga merupakan jenis topografi yang berpengaruh pada kegiatan manusia, misal pantai berteluk-teluk (fyord) di Norwegia menguntungkan dalam usaha perikanan.



c. Lokasi

Lokasi geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:

(1) lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis dan tidak dapat diubah, dan

(2) lokasi relatif, yaitu berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi ini menyangkut keterjangkauan (assesibilitas) suatu daerah.

d. Iklim

Iklim adalah faktor lingkungan yang sangat penting dalam memengaruhi kegiatan manusia. Kekayaan budaya banyak sekali dipengaruhi oleh iklim misalnya model pakaian, bentuk bangunan rumah, dan sistem pertanian.

e. Tanah

Tanah merupakan lapisan paling atas dari permukaan bumi. Tanah mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia di antaranya untuk tempat tinggal dan sebagai lahan untuk kegiatan bercocok tanam. Tanah sebagai salah satu sumber daya alam perlu dijaga kelestariannya.

f. Flora dan Fauna

ketersediaan flora dan fauna mempermudah kehidupan manusia. Manfaat flora bagi manusia antara lain:

1. Sumber bagan makanan terutama bagi manusia dan binatan

2. Sumber bahan dasar obat-obatan trandisional

3. Sumber bagan dasar pembuatan kosmetik serta

4. Penghasil kayu untuk bahan industri, perumahan, pakaian dan kerajinan.











B. Faktor Adaptasi Manusia

Kehidupan manusia tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut antara lain perubahan lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut menyebabkan seluruh makhluk hidup termasuk manusia perlu melakukan penyesuaian dengan lingkungannya agar dapat mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan ini dinamakan suatu tindak adaptasi. Adaptasi dari makhluk hidup khususnya dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu adaptasi genetis dan adaptasi somatis.

1. Adaptasi Genetis

Setiap lingkungan hidup selalu merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh tertentu. Struktur yang dibentuk ini dapat bersifat menurun dan permanen, sehingga dapat dikatakan adanya hubungan yang kuat antara struktur tertentu dari organisme dengan lingkungan hidupnya. Manusia memiliki banyak ciri-ciri genetika yang spesifik dibanding makhluk hidup lainnya, antara lain:

1. mempunyai susunan gigi yang lengkap

– gigi incisivus untuk mengerat seperti binatang pengerat (rodentia),

– gigi caninus untuk merobek-robek daging seperti binatang pemakan daging (carnivora), dan

– gigi molar untuk menghancurkan makanan seperti binatang pemakan tumbuhan (herbivora),

2. mempunyai organ pencernaan dengan enzim-enzim dan kekuatan-kekuatan khusus yang ada di dalamnya,

3. mempunyai struktur badan yang lengkap, termasuk susunan syaraf yang menjadikan manusia sebagai makhluk hidup “berakal”.Keadaan sifat-sifat genetika tersebut membuat manusia mempunyai toleransi yang besar terhadap lingkungan hidupnya.





2. Adaptasi Somatis

Adaptasi somatis adalah adaptasi yang berbentuk perubahan struktural ataupun fungsional, bersifat sementara serta tidak diturunkan kepada keturunannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan yang baru, maka struktur atau fungsinya bisa berbeda pula sesuai dengan perubahan yang terjadi. Misalnya, pada daerah panas kulit manusia akan berubah menjadi lebih gelap, sedangkan daerah yang dingin menjadi lebih terang. Di daerah pegunungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah dari daerah pantai, maka bentuk jantung dan paruparu juga akan menyesuaikan menjadi lebih besar.

Adaptasi somatis selain mengubah struktur dan fungsi pada manusia, juga dapat mengubah kemampuan manusia. Dengan kemampuan ini manusia menjadi lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang bermacam-macam. Berbagai alat yang diproduksi manusia semakin lama semakin kompleks sesuai dengan kemajuan teknologi mereka, misal kemajuan teknologi di bidan konstruksi bangunan, pakaian, persenjataan, obat-obatan sampai teknologi mengeksplorasi luar angkasa. Kemampuan ini tidak dapat dijumpai pada makhluk lain seperti binatang maupun tumbuhan. Adaptasi somatis ini juga mampu membentuk sifat-sifat manusia menjadi agresif, pemalas, pemarah, dan sebagainya.

Adaptasi pada manusia di muka bumi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan menimbulkan bentuk adaptasi yang berbeda pula, misalnya cara berpakaian, bermata pencaharian, berbahasa, dan sebagainya. Secara keseluruhan adaptasi itu akan membentuk pola-pola kebudayaan yang berbedabeda yang tersebar di permukaan bumi, sehingga membentuk wilayah kebudayaan (cultural region).








BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Antroposfer adalah lapisan manusia yang merupakan tema sentral di antara sfera-ftera. Karena kajian geografi merupakan tema sentral, maka kajian geografis sering disebut antroposentris. Pengertian yang diperkenalkan oleh Eratosthenes, geografi merupakan ilmu yang mendeskripsikan manusia denganlingkungan alam di wilayah-wilayah tertentu berdasarkan data dan informasi yangdiperoleh.Beberapa ilmu yang dapat digunakan untuk mempelajari fenomena antroposfer yaitu Demografi dan Kependudukan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Antroposfer merupakan faktor dari alam ataupun faktor dari adaptasi manusia



B. Saran

Kami mengetahui makalah yang kami buat ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itulah kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar makalah yang kami buat kedepannya nanti akan lebih baik. Kami ucapkan terima kasih.










DAFTAR PUSTAKA







Makalah Geografi Tentang Antroposfer


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Antroposfer adalah salah satu obyek material dari kajian geografi yang membahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi. Antroposfer mempelajari tentang kondisi demografis suatu wilayah yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain. Pengertian yang diperkenalkan oleh Eratosthenes, geografi merupakan ilmu yang mendeskripsikan manusia dengan lingkungan alam di wilayah-wilayah tertentu berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Pengkajian geografi berkaitan dengan aspek alam tentang tempat terjadinya gejala dan aspek manusia penghuni alam tersebut. Karl Ritter menyatakan bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan beberapa hal yang menjadi pembahasan pada makalah ini, khususnya yang menjadi kajian dari antroposfer, yaitu :
1)      Ledakan jumlah penduduk
2)      Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
3)      Menghitung Pertumbuhan Penduduk Suatu Wilayah
4)      Persebaran dan Kepadatan Penduduk
5)      Masalah Kependudukan di Indonesia
C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1) Agar kita dapat mengetahui dan memahami tentang antroposfer
2) Agar kita dapat mengidentifikasi jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk
3) Agar kita dapat menganalisis kualitas dan masalah kependudukan di Indonesia
4) Agar kita dapat menyajikan informasi kependudukan
5) Agar kita dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk

BAB II
PEMBAHASAN
A.     JUMLAH DAN PERSEBARAN PENDUDUK
Ledakan Jumlah Penduduk
Pertumbuhan penduduk dunia sangat pesat tahun 1999 jumlahnya mencapai 6 milyar dan pada tahun 2005 mencapai 9 milyar. Pertumbuhan yang melesat ini dikenal sebagai ledakan jumlah penduduk.
1)      Dampak Ledakan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat dapat menimbulkan berbagai masalah, antara lain adalah sebagai berikut :
a. Persaingan Lapangan Pekerjaan, semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin banyak orang memperebutkan lapangan pekerjaan.
b. Persaingan untuk mendapat permukiman, kondisi ini biasanya terjadi dikota-kota besar, mereka yang tidak mendapatkan pemukiman yangterjangkau biasanya tinggal di kawasan kumuh.
2) Pengendalian Peledakan Penduduk
Oleh karena peledakan penduduk bisa menimbulkan berbagai dampak masalah, maka hampir tiap Negara memikirkan cara untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Adapun cara yang biasanya dipergunakan adalah sebagai berikut :
a. Insentif dan sanksi. Insentif merupakan tunjangan biaya yang diberikan olehpemerintah berwenang. Sanksi merupakan pembatasan tujangan yangdiberikan pemerintah berwenang.
b. Pendidikan tentang keluarga berencana.

B.     KOMPOSISI ATAU SUSUNAN PENDUDUK
A. Menghitung Jumlah Penduduk
1) Sensus Penduduk
Sensus penduduk dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensus de facto dan dejure.Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau pencacahan penduduk yangdilakukan terhadap setiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada dalamwilayah sensus. Sementara sensus de jure adalah pencacahan yang hanya dikenakanpada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut.
2) Registrasi
Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian dansegala kejadian penting manusia, misalnya perkawinan, perceraian, pengangkatan anakdan perpindahan penduduk.
3) Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh daerah.
B. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteriatertentu. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk dapat dikelompokkan menjadipenduduk lak-laki dan perempuan. Sementara berdasarkan umur, penduduk dapat dikelompokkan menurut ukuran rentang usia tertentu, misalnya satu tahun, lima tahun,dan dua puluh lima tahun.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat disajikan dalambentuk tabel atau bentuk grafik. Grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu yang berbentuk piramida disebut piramida penduduk. Piramida penduduk dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu piramida penduduk muda, piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua.
1)      Piramida penduduk muda
Piramida ini menunjukkan bahwa penduduk suatu negara tersebut sedang mengalmai pertumbuhan.
2)      Piramida penduduk Stasioner 
Piramida ini menunjukkan bahwa penduduk dalam suatu negaratersebut keadaan stasioner atau tetap. Piramida penduduk ini menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dan kematian seimbang
3)      Piramida penduduk tua
Piramida ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk suatu negaratersebut berada pada kelompok usia tua.
C.  Menghitung Pertumbuhan Penduduk Suatu Wilayah
Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antarakekuatan kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitukelahiran, kematian, dan migrasi. Faktor pertumbuhan penduduk, kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedang migrasi disebut faktor nonalami. Kelahiran bersifat menambah, sedangkan kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor migrasi dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat menambah disebut migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi yang bersifat mengurangidisebut migrasi keluar (emigrasi).
1) Mengukur Pertumbuhan Penduduk
a. Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)
Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian.
Dimana :
T : pertumbuhan penduduk
L : jumlah kelahiran
M : jumlah kematian
Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000 jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Berapakah pertumbuhan alaminya ?
Jawab : T = ( 8.000 - 3.000 ) = 5.000 jiwa.
Pertumbuhan penduduk kota Bekasi tahun 2006 adalah 5.000 jiwa
b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total memperhitungkan migrasi (imigrasi dan emigrasi), dengan rumus sebagai berikut :
Dimana :
T : pertumbuhan penduduk
L : jumlah kelahiran
M : jumlah kematian
I : jumlah imigrasi
E : jumlah emigrasi



Contoh :
Diketahui jumlah kelahiran penduduk kota Bekasi pada tahun 2006 adalah 8.000jiwa dan angka kematiannya 3.000 jiwa. Jumlah Imigrasi 2.000 jiwa dan emigrasi 1.000jiwa. Berapakah pertumbuhan totalnya ?
Jawab : T = (8.000 - 3.000) + (2.000 -1.000 ) jiwa = 5.000 + 1.000= 6.000 jiwa.
Jadi, pertumbuhan penduduk total kota Bekasi tahun 2006 = 6.000 jiwa.
2) Proyeksi Penduduk 
Jumlah penduduk di masa yang akan datang dapat dihitung atau diproyeksikanmengenai jumlah penduduk masa yang akan datang sangat penting.
Dimana :
Pn : jumlah penduduk pada tahun n (ditanyakan)
Po : jumlah penduduk pada tahun o atau tahun dasar (diketahui)
n : jumlah tahun antara o hingga n
r : tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (dalam %)

3) Kelahiran (natalitas)
a. Faktor-faktor pronatalitas
1.      Kawin usia muda
2.      Tingkat kesehatan
3.      Anggapan banyak anak banyak rezeki.
b. Faktor-faktor antinatalitas
1.      Pembatasan umur menikah
2.      Program Keluarga Berencana
3.      Pembatasan tunjangan anak
4.      Anak merupakan bebanPengukuran kelahiran dapat dilakukan melalui beberapa cara :Angka Kelahiran KasarAngka kelahiran kasar (crude birth rate disingkat CBR) menunjukkan jumlahkelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut :
Dimana :
B : Banyaknya anak yang lahir (birth) pada tahun tertentu
P : Jumlah penduduk (population) pada pertengahan tahun
K : Konstanta (1000)
b. Angka Kelahiran Menurut Umur.
Cara pengukuran kelahiran metode CBR seringkali kurang memuaskan karenatidak memperhatikan pembagian menurut jenis kelamin dan menurut golongan umur.
Dimana :
Bx : Jumlah anak yang lahir dari wanita kelompok umur x
Px : Jumlah wanita pada kelompok umur x
k : Konstanta (1.000) 
4) Kematian (mortalitas)
a. Faktor-faktor antimortalitas
1. Tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai,
2. Lingkungan yang bersih dan teratur,
3. Adanya ajaran agama yang melarang bunur diri,
4. Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi sehingga penduduk tidak mudah terserang penyakit.
b. Faktor-faktor promortalitas
1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
2. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumahsakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,
3. Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
4. Adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
5. Terjadinya peperangan.

Pengukuran kematian dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
a. Angka Kematian KasarAngka kematian kasar (crude death rate / CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut :
b. Angka Kematian Menurut UmurAngka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate/ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu setiap 1.000 penduduk dalam kelompok umur yang sama.
C.    KUALITAS DAN PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
A.    Persebaran dan Kepadatan Penduduk 
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiaptiapdaerah atau negara adalah sebagai berikut.
a.       Faktor Fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan daerahnya aman.
b.      Faktor Biologi
Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah adalah berbeda-beda karenaadanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka perkawinan.
c.       Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang.Kepadatan penduduk dapat dibedakan atas dua macam.
1. Kepadatan penduduk aritmatik, yaitu jumlah rata-rata penduduk setiap km2.
2. Kepadatan penduduk agraris, yaitu jumlah rata-rata penduduk petani setiap tahunluas lahan pertanian.
B. Kualitas Penduduk Berdasarkan Pendidikan, Kesehatan, Mata pencaharian, Dan Pendapatan.
a. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Menurut tingkat pendidikannya, penduduk dapat dikelompokkan menjadi penduduk yang buta huruf dan yang melek huruf. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
2. Pendapatan penduduk yang rendah menyebabkan anak tidak dapat melanjutkansekolah karena tidak mempunyai biaya.
3. Kurang dan tidak meratanya sarana pendidikan.
Untuk menaikkan tingkat pendidikan penduduk, pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut :
1. Membangun sekolah-sekolah baru terutama SD Inpres di daerah-daerah yang kurang jumlah sekolahnya.
2. Mengadakan perbaikan dan penambahan alat-alat pratikum, laboratorium, perpustakaan dan buku-buku pelajaran.
3. Menambah dan meningkatkan kualitas guru.
4. Mencanangkan program wajib belajar dan orang tua asuh.
5. Memberikan beasiswa kepada murid-murid yang berprestasi.
6. Menjalankan Undang-Undang Dasar.
b. Kualitas Penduduk Menurut Tingkat Kesehatan
Penduduk suatu negara dikatakan berkualitas tinggi apabila tingkat kesehatannya juga tinggi. Dalam upaya menaikkan tingkat kesehatan masyarakat, dilakukan langkah-langkah :
1. Memperbanyak dan meningkatkan fungsi rumah sakit, puskesmas, dll.
2. Menambah jumlah serta menaikan kualitas tenaga medis.
3. Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, gizi, dan lingkungan.
4. Mengadakan imunisasi massal secara murah atau gratis.
5. Mengadakan Posyandu.
















BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Antroposfer adalah salah satu obyek material dari kajian geografi yang membahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi.Antroposfer mempelajari tentang kondisi demografis suatu wilayah yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain.
Jumlah penduduk adalah banyaknya individu Manusia yang menempati suatu wilayah atau negara pada suatu waktu. Untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu negara dapat dilakukan dengan :
1. Sensus penduduk
2. Registrasi penduduk
3. Survey
Jumlah penduduk mengalami perkembangan yang dinamis, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : kelahiran (fertilitas/natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

B.  SARAN
Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada siswa agar dapat memahami mengenai salah satu bagian dari ilmu geografi yaitu antroposfer yang mengkaji danmembahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi, yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan lain-lain.seperti yang telah dijelaskan diatas.







DAFTAR PUSTAKA